IT Centre Sosialisasikan Sistem MyLSP

LSP Unpam – Mahasiswa Universitas Pamulang (Unpam) yang hendak mendaftar uji kompetensi tidak perlu lagi repot mengantri. Pasalnya, mulai gelombang 9 ke depan, Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Unpam akan secara full menggunakan MyLSP, sebuah sistem pelayanan uji kompetensi berbasis web yang akan memudahkan proses pelayanan, registrasi, hingga administrasi uji kompetensi. Sistem yang disusun oleh IT Centre Unpam ini secara resmi disosialisasikan kepada ratusan dosen yang merupakan para pelatih dan asesor LSP Unpam, Jumat 9 Agustus 2019 di kampus Viktor.

Acara sosialisasi yang diinisiasi oleh LSP Unpam ini ikut serta menghadirkan Rektor Unpam, Dr. H Dayat Hidayat, M.M. serta Wakil Rektor 2, Dr. Subarto, M.Pd. Adapun sosialisasinya, dilakukan oleh Ketua LSP Unpam, Iin Rosini, CSRS, CADE, CFA, CFRM dan Ketua IT Centre Unpam, Dr. Pranoto, M.M. Sosialisasi berlangsung lancar, para dosen yang diundang nampak antusiasi mengikuti paparan narasumber.

Menurut Pranoto, terdapat 4 user yang akan menggunakan MyLSP ini yaitu admin LSP, dosen pelatih, asesor, dan mahasiswa. Admin LSP berperan sebagai pengatur jadwal serta yang memonitoring, mengevaluasi, serta mengendalikan pelaksanaan uji kompetensi. Dosen pelatih bertugas untuk mengupload absensi pelatihan, asesor untuk mengupload nilai hasil uji kompetensi, sedangkan mahasiswa tentu saja sebagai peserta yang perlu menjalankan setiap prosedur ujikom yang diperlukan.

“Fitur yang akan dimiliki oleh setiap user ini tentu berbeda-beda, disesuaikan dengan fungsinya masing-masing. Namun secara umum, MyLSP menyediakan layanan pendaftaran, registrasi peserta, pelaksanaan pelatihan, hingga penentuan jadwal uji kompetensi secara online. Dalam hal ini, setiap user memiliki akun loginnya sendiri-sendiri,”papar Pranoto.

Dijelaskan Pranoto, MyLSP ini akan memberikan kemudahan kepada LSP, pelatih, asesor, dan mahasiswa dalam proses pelaksanaan Ujikom. Bagi pelatih dan asesor, sistem ini mirip seperti mydosen, salah satunya berisi tentang informasi jadwal pelatihan dan ujikom serta upload daftar hadir pelatihan hingga nilai ujikom mahasiswa. Adapun bagi mahasiswa, semua aspek yang berkaitan dengan prosedur pendaftaran, pelatihan, uji kompetensi, bahkan hingga sertifikat pelatihan maupun passport skill sudah dapat diakses secara online.

“Karena kita basisnya sistem, jadi setiap prosedur yang tersedia harus dipenuhi. Tapi Insha Allah, keberadaan sistem ini akan sangat memudahkan pelaksanaan ujikom ini,”ucapnya.

Di tempat yang sama, Ketua LSP Iin Rosini mengatakan, pihaknya membangun sistem ini bersama IT Centre kurang lebih dalam jangka waktu 6 bulan. Hal ini karena prosedur-prosedur dalam Ujikom ini tergolong sangat banyak, sesuai dengan SOP LSP yang disusun berdasarkan pedoman Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Oleh karena itu, meskipun dilakukan secara online, namun seluruh kelengkapan administrasinya dijamin lengkap.

“Jadi penggunaan sistem online ini akan tetap menjaga kualitas pelaksanaan prosedur Ujikom. Malah, dengan adanya sistem ini, justru akan memastikan terpenuhinya seluruh aturan dalam SOP kita,”ucapnya.

Menurut Iin, penggunaan sistem ini sangat urgen bagi LSP. Sebab, setiap bulannya rata-rata ada sebanyak 1.200 mahasiswa yang mengikuti Ujikom. Sehingga apabila tidak didukung dengan sistem online, tentu akan merepotkan dan memicu terjadinya inefisiensi. Baik itu merepotkan mahasiswa, dosen pelatih, asesor, maupun LSP itu sendiri.

“Kami sangat bersyukur, mulai gelombang 9 ke depan ini kita sudah bisa pakai MyLSP,”imbuhnya.

Sementara, Rektor mengatakan, pelaksanaan Ujikom harus makin berkualitas. Dalam konteks ini, kualitas itu dapat dicapai dengan terwujudnya kualitas pelaksanaan prosedur Ujikom serta kualitas pelayanan terhadap mahasiswa. Dirinya yakin bahwa sistem MyLSP ini akan meningkatkan kualitas Ujikom yang dilaksanakan Unpam. Di samping itu, pendokumentasian uji kompetensi juga dapat dilaksanakan dengan lebih baik.

“Kita itu dituntut untuk dapat mendokumentasikan segenap kegiatan yang dilaksanakan. Sebanyak maupun sebaik apapun pelaksanaan proses pendidikan di perguruan tinggi tidak akan berarti tanpa adanya pendokumentasian yang baik. Hal ini karena kita nanti akan diminta untuk menghadirkan seluruh dokumentasi kegiatan kita dalam borang dan dokumen evaluasi diri pada akreditasi,”tuturnya.(*)