LSP Sinkronisasikan Materi Pelatihan

IMG-20200303-WA0001

LSP Unpam – Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Universitas Pamulang mengundang puluhan pelatih dan asesor dalam rangka sinkronisasi materi pelatihan dengan unit-unit uji kompetensi. Sinkronisasi ini dilakukan secara berturut-turut dalam 3 hari yang dimulai dari 26 hingga 28 Februari 2020. Selain sinkronisasi, acara ini juga dilengkapi dengan sosialsiasi pengembangan skema uji kompetensi baru kepada para asesor maupun pelatih.

Dalam sambutannya, Ketua LSP Unpam, Dr. Iin Rosini, S.E., M.Si., CSRS, CFA, CFRM, CAP mengatakan, hingga saat ini angka mahasiswa yang dinyatakan kompeten baru sekitar 20% atau lebih tepatnya 19,67%. Di satu sisi, angka ini membuktikan bahwa selama ini LSP bekerja secara profesional dan menjunjung tinggi SOP berdasarkan pedoman BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) dalam rangka menjaga kredibilitas pelaksanaan uji kompetensi.

“Namun disisi lain, masih rendahnya kompetensi mahasiswa ini menjadi tugas segenap civitas akademika Unpam yang perlu diperhatikan dengan serius. Pembenahan harus dilakukan di seluruh stake holders, baik itu dari para pelatih maupun dari para dosen di setiap program studi,”tuturnya.

Atas dasar itu lanjut Iin, pihaknya berinisiatif untuk mensinkronisasi materi pelatihan serta materi dalam perkuliahan dengan unit-unit kompetensi dalam setiap skemanya. Dengan demikian, ada kepastian bahwa mahasiswa telah mempelajari setiap unit yang akan diujikan, sehingga memungkinkannya untuk mencapai kompetensi.

“Kita tentu berharap mahasiswa kita banyak yang kompeten. Namun terus terang saja, kami dari LSP tidak dapat mengintervensi apapun. Kami dengan para asesor terikat dengan prinsip ketidakberpihakan sehingga tetap akan berkomitmen untuk melaksanakan uji kompetensi se-objektif mungkin. Oleh karena itu, yang harus dimaksimalkan adalah peran pelatih dari para dosen pengampu mata kuliah di masing-masing program studi,”bebernya.

Selanjutnya kata Iin, pihaknya meminta kepada para pelatih untuk membentuk tim penyusunan modul pelatihan yang benar-benar berorientasi praktek. Sebab, berdasarkan survei kepuasan mahasiswa atas kinerja pelatihan dan uji kompetensi, masih ditemukan adanya ketidaksesuaian antara materi pelatihan dengan materi yang diujikan. Di samping itu, ditemukan pula pelatih yang kurang mengedepankan praktek dalam penyampaian materinya.

“Kita berharap bahwa dalam pelatihan maupun pengajaran di kelas, baik itu pelatih maupun dosen menyampaikan materinya dengan mengutamakan praktek karena cenderung dapat lebih dikuasai mahasiswa. Dalam waktu dekat ini, kami akan berkoordinasi kembali dengan rektorat dan para Kaprodi untuk membahas hal ini,”ucapnya.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *